Para Pemain Indonesia di Luar Negeri: Andik dan Dedi Jadi Kapten di Malaysia

FourFourTwo kembali memberikan kabar terkini dari para pemain Indonesia yang berkarier di luar negeri...
Dua pemain Indonesia yang berkarier di Malaysia, Andik Vermansyah dan
Dedi Kusnandar semakin membuktikan posisi penting mereka di
masing-masing tim dengan terpilihnya mereka sebagai kapten tim. Andik
untuk Selangor FA dan Dedi untuk Sabah FA.
Sementara itu dari Belanda, gelandang naturalisasi Indonesia terus bermain di lima laga awal SC Telstar di musim baru Eerste Divisie 2016/17. Beberapa dari pemain di daftar ini juga dipanggil oleh Alfred Riedl untuk memperkuat timnas Indonesia di laga uji coba melawan Malaysia.
Terakhir kali Irfan bermain di ajang J2 League adalah pada Maret
lalu, itu pun hanya selama dua menit. Namun di ajang lain, yakni Emperor
Cup, Irfan lebih beruntung. Dia dimainkan dalam laga putaran pertama
Emperor Cup 2016 menghadapi Tsukuba University pada Sabtu (27/8) lalu.
Dipilih sebagai starter dan bermain sepanjang 87 menit, pemain
kelahiran Amsterdam itu berhasil mencetak satu assist. Peluangnya untuk
kembali bermain pun terbuka di putaran kedua Emperor Cup, kala Consadole
Sapporo menghadapi Fagiano Okayama.
Minimnya kesempatan tampil inilah yang membuat pelatih timnas Indonesia, Alfred Riedl, memilih untuk menyertakan Irfan dalam dua gelombang seleksi timnas pada Agustus lalu. Alfred sendiri memang menyadari, dengan jarang dimainkannya Irfan, maka dia pun kesulitan untuk memantau perkembangan sang pemain.
image: https://images.cdn.fourfourtwo.com/sites/fourfourtwo.com/files/styles/inline-image/public/irfan-bachdim-timnas-indonesia_n69ojh521dgc1lpq46b2rmsoz_0.jpg?itok=KY3mV1WL
Melihat performanya sejauh ini, tak akan mengherankan jika Lilipaly akan terus dipercaya Telstar menjadi pemain inti mereka di lini belakang pada musim ini. Memang sejak musim lalu, pemain berusia 26 tahun ini lebih banyak dimainkan di posisi bek sayap oleh sang pelatih, Michel Vonk. Musim ini pun Lilipaly mampu diharapkan untuk membawa Telstar bisa promosi ke Eredivisie.
image: https://images.cdn.fourfourtwo.com/sites/fourfourtwo.com/files/styles/inline-image/public/stefano-lilipaly-sc-telstar_11738no48fbgjzuv5ljecbjl0_4_2.jpg?itok=t1ZwxkNs
Namun seiring berakhirnya Liga Nasional Myanmar, karier Dedi bersama Zeyar Shwe Myay pun berakhir. Pemain berusia 30 tahun ini memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan kembali klub lamanya, Mitra Kukar, untuk putaran kedua kompetisi ISC A 2016. Seperti diketahui sebelum memutuskan merantau ke Myanmar, Dedi memang merupakan bek andalan Naga Mekes. Kabarnya, Dedi sebetulnya ditawarkan perpanjangan kontrak, dan bahkan ada isu bahwa Myanmar hendak menaturalisasinya, namun sang pemain memilih pulang ke Indonesia.
image: https://images.cdn.fourfourtwo.com/sites/fourfourtwo.com/files/styles/inline-image/public/dedi-gusmawan-zeyar-shwe-myay_zc76zbje1tnj10s9es9qzw1va_0.jpg?itok=wQkUZ-R0

Sementara itu dari Belanda, gelandang naturalisasi Indonesia terus bermain di lima laga awal SC Telstar di musim baru Eerste Divisie 2016/17. Beberapa dari pemain di daftar ini juga dipanggil oleh Alfred Riedl untuk memperkuat timnas Indonesia di laga uji coba melawan Malaysia.
Irfan Bachdim – Consadole Sapporo (Jepang)
Consadole Sapporo
mampu mempertahankan puncak klasemen sementara J2 League hingga pekan
ke-30. Sayangnya Irfan Bachdim tak berkontribusi banyak dalam
keberhasilan timnya itu, karena pemain tim nasional Indonesia itu urung
diberikan kesempatan bermain. Ia bahkan jarang dipilih menjadi cadangan
sekalipun.Minimnya kesempatan tampil inilah yang membuat pelatih timnas Indonesia, Alfred Riedl, memilih untuk menyertakan Irfan dalam dua gelombang seleksi timnas pada Agustus lalu. Alfred sendiri memang menyadari, dengan jarang dimainkannya Irfan, maka dia pun kesulitan untuk memantau perkembangan sang pemain.
image: https://images.cdn.fourfourtwo.com/sites/fourfourtwo.com/files/styles/inline-image/public/irfan-bachdim-timnas-indonesia_n69ojh521dgc1lpq46b2rmsoz_0.jpg?itok=KY3mV1WL
Stefano Lilipaly – SC Telstar (Belanda)
Pemain naturalisasi Indonesia yang bermain untuk di Belanda ini menunjukkan performa mengesankan sejauh ini. Bersama SC Telstar
pada Eerste Divisie musim 2016/17 yang baru berjalan lima laga,
Lilipaly selalu bermain sebagai starter pada kelima laga tersebut. Dia
pun turut andil dalam dua kemenangan terakhir timnya. Bahkan berdasarkan
data yang dirangkum FFT, Lilipaly sejauh ini sudah mencetak dua assist.Melihat performanya sejauh ini, tak akan mengherankan jika Lilipaly akan terus dipercaya Telstar menjadi pemain inti mereka di lini belakang pada musim ini. Memang sejak musim lalu, pemain berusia 26 tahun ini lebih banyak dimainkan di posisi bek sayap oleh sang pelatih, Michel Vonk. Musim ini pun Lilipaly mampu diharapkan untuk membawa Telstar bisa promosi ke Eredivisie.
image: https://images.cdn.fourfourtwo.com/sites/fourfourtwo.com/files/styles/inline-image/public/stefano-lilipaly-sc-telstar_11738no48fbgjzuv5ljecbjl0_4_2.jpg?itok=t1ZwxkNs
Dedi Gusmawan – Zeyar Shwe Myay FC (Myanmar)
Dedi Gusmawan telah menyelesaikan musim Liga Nasional Myanmar musim
ini bersama Zeyar Shwe Myay. Terakhir kali diirnya bermain di Liga
Nasional Myanmar adalah pada 21 Agustus lalu, saat timnya ditahan imbang
oleh Rakhine United 2-2. Sebelumnya pun, Dedi hampir selalu dipilih
sebagai pemain utama untuk mengisi satu tempat di jantung pertahanan
Zeyar Shwe Myay. Dedi pun berkontribusi besar membuat Zeyar Shwe Myay
mengakhiri Liga Nasional Myanmar di posisi keenam musim ini.Namun seiring berakhirnya Liga Nasional Myanmar, karier Dedi bersama Zeyar Shwe Myay pun berakhir. Pemain berusia 30 tahun ini memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan kembali klub lamanya, Mitra Kukar, untuk putaran kedua kompetisi ISC A 2016. Seperti diketahui sebelum memutuskan merantau ke Myanmar, Dedi memang merupakan bek andalan Naga Mekes. Kabarnya, Dedi sebetulnya ditawarkan perpanjangan kontrak, dan bahkan ada isu bahwa Myanmar hendak menaturalisasinya, namun sang pemain memilih pulang ke Indonesia.
image: https://images.cdn.fourfourtwo.com/sites/fourfourtwo.com/files/styles/inline-image/public/dedi-gusmawan-zeyar-shwe-myay_zc76zbje1tnj10s9es9qzw1va_0.jpg?itok=wQkUZ-R0

Read more at http://www.fourfourtwo.com/id/features/para-pemain-indonesia-di-luar-negeri-andik-dan-dedi-jadi-kapten-di-malaysia#dVfIzkf1LE718hLz.99
Komentar
Posting Komentar